Minggu, 30 Juli 2017

Permainan Tradisional Cepli

Nama permainan

“Cepli” artinya membanting, sebutan ini digunakan untuk memberi sebuah nama permainan yang cara bermainnya adalah dengan jalan membanting alat permainannya.

Waktu Permainan

Permainan ini dilakukan pada siang hari, tujuan dari permainan ini sekedar hiburan dan pengisi waktu senggang saja. Jenis permainan ini tidak memerlukan kekuatan phisik karena hanya diperlukan ketrampilan untuk membanting alat permainannya.

Latar Belakang  Sosial Budaya

Permainan ini adalah milik semua lapisan masyarakat, baik itu dari kalangan bangsawan, pegawai tinggi atau rakyat biasa asal mau bermain tidak ada yang melarang.

Latar Belakang Sejarah Perkembangan

Permainan ini sebelum terdesak oleh alat permainan yang modern, dahulu di kalimantan timur berkembang di daerah-daerah Bulungan, Berau dan Kutai. Tetapi sekarang sudah jarang kita jumpai lagi. Sedangkan dari mana asal-usul permainan ini sudah sulit untuk ditentukan.

Para Pelaku

Permainan ini bersifat individu dan kelompok, dengan permainan ini terjadilah hubungan yang harmonis dan mendidik kejujuran. Jumlah pemainnya tidak terbatas paling sedikit dimainkan oleh dua orang, dan bila dimainkan lebih dari dua orang cara bemainnya bergantian menurut perjanjian dalam ketentuan permainannya. Biasanya permainan ini dimainkan oleh anak-anak pria saja yang berumur kira-kira 6-17 tahun.

Alat Permainan

Alat yang diperlukan adalah mata uang logam kuningan yang bernilai satu sen (Belanda). Salah satu permukaannya diasah sampai tipis, sehingga gambar pada bagian itu hilang. Jadi hanya ada salah satu gambar saja yang masih ada, yakni bagian yang tidak diasah. Maksud dan tujuan menipiskan mata uang logam ini adalah agar mudah terbalik apabila dibanting. Sehingga si pemain dapat memutar balikkan mata uang itu, oleh sebab itu disini diperlukan ketrampilan khusus bagi seorang pemain untuk mempermainkan alat permainannya.

Jalannya Permainan

Persiapannya
Bagi seorang calon pemain harus mempunyai dua buah uang logam kuningan yang bernilai satu sen ( uang Belanda ), dansudah dipersiapkan terkebih dahulu. Alatnya ini disebut “kebot” sebelum bermain diadakan undian dengan suitan atau hum-pim-pa, siapa yang menang adalah yang berhak bermain terlebih dahulu dan membanting kebot. Demikian seterusnya permainan dilakukan berdasarkan urutan pemenang dalam undian.

Aturan Permainan
Sebelum bermain aturan-aturan permainannya haruslah disepakati bersama, misalnya kesepakatan tentang alat permainannya bagian mana yang menjadi milik lawan. Misalnya dalam kesepakatan tadi bagian yang halus (diasah adalah miliknya) sedangkan yang kasar (tidak diasah) adalah milik lawan. Benda yang dipakai untuk taruhan dan jumlah taruhannya pun harus ditetapkan pula. Apabila tidak dipergunakan benda taruhan (misalkan bungkus rokok) maka untuk menentukan siapa pemenangnya bisa ditentukan sampai seratus. Jadi siapa yang mencapai jumlah seratus lebih dulu itulah yang menang. Demikian hingga mereka lelah bermain. Mereka mersa bangga apabila ia bermain dengan baik dan menang.

Tahap-tahap Permainan
Setelah diadakan undian maka permainan pertama adalah pemenang pertama dalam undian. Kedua mata uangnya (kebat) dipegang dengan jalan menelungkupkan kedua muka uang yang diasah tadi atau boleh juga sebaliknya, asal penangkupan itu agak merenggang. Alat kebat ani dipegang dengan tiga jari, yaitu jari tengah, telunjuk dan ibu jari. Ibu jari dan jari tengah sebagai pemegang dan jari telunjuk berfungsi sebagai penahan (penyangga) agar pada waktu mengayun tangan letaknya tidak berubah. Setelah dipegang baik-baik lalu tangan diayun kemudian dibanting keras-keras ke lantai. Sesampai di lantai mata uang akan melenting terbalik,bila kedua mata uang tadi sudah berhenti bergerak kemudian letaknya dilihat oleh seluruh pemain kalau letak kedua mata uang itu bertelentang pada bagian yang diasah itu berarti hidup, biasanya disebut “ukir” apabila terlentang kedua-duanya pada bagian yang bergambar itu berarti hidup dengan nama “belong”. 

Bila yang terlentang berbeda pada permukaannya, yaitu yang satu pada bagian yang diasah dan yang satu pada bagian yang tidak diasah  ini baerarti mati. Jadi pemain yang pertama tadi yang sudah bermain apabila jatuh pada posisi mati maka ia harus diganti oleh pemenang undian berikutnya. Kalau pemain tadi berhasil menjatuhkan kebat dalam ppsisi hidup boleh bermain terus sampai berulang-ulang sampai mati. Permainan ini dapat dilakukan berkelompok, misalnya terdiri dari dua kelompok. Masing-masing kelompok mengumpulkan jumlah nilai yang didapatkan dari para anggotanya, cara bermainnya seperti di atas, hanya saja karena permainan ini sifatnya kelompok melawan kelompok, maka jalannya permainan sedikit agak berbeda. 

Dua kelompok mengadakan undian terlebih dahulu, yaitu salah satu anggota tersebut tampil untuk mewakili kelompoknya mengadakan undian. Bagi kelompok yang menang bermain terlebih dahulu. Untuk kesempatan ini diberikan kepada salah satu anggota kelompoknya untuk bermain, apabila pada kesempatan pertama ini permainannya mati maka kesempatan kedua diberikan kepada lawan kelompoknya, pada kesempatan ini juga diberikan kepada anggota kelompoknya sampai permainannya mati, tentunya disini yang bermain adalah yang belum mendapat giliran bermain. 

Demikian seterusnya sampai pemain itu mendapatkan nilai yang sudah disepakati itulah pemenangnya. Oleh sebab itu bagi seorang yang pandai atau yang terampil mempermainkan kebetnya dia akan menjadi kebanggaan kelompoknya.
Permainan Tradisional Cepli
4/ 5
Oleh