Minggu, 16 Juli 2017

Permainan Tradisional Krubungan

A. LATAR BELAKANG

Krubungan adalah permainan yang sering dilakukan oleh anak-anak setiap sore jam 5 (lima) untunk menunggu mulainya shalat maghrib (berjama’ah) dan mengaji, biasanya setelah terdengar suara adzan maghrib permainan dihentikan terus dilanjutkan shalat berjama’ah dan mengaji.

B.TUJUAN

Bermain, mengisi waktu luang, melatih kejujuran, melatih daya pikir otak, sikap kebersamaan dan kekeluargaan.

C. MANFAAT

Gembira, panca indra peraba meningkat, menurunkan emosional dan bersosialisasi.

D. SASARAN

Anak-anak dan remaja.

E. PERATURAN PERMAINAN

Lapangan dan Peralatan
Lapangan
Tempat bermain bisa di alam terbuka maupun tertutup akan tetapi lebih baik dilantai yang bersih.

Peralatan
Alat untuk merubungi atau untuk menutupi bisa menggunakan:
-Terpal
-Layar
-Seprai
-Slimut
-Jarit

Pemain

Krubungan bisa dimainkan oleh putra maupun putri, jumlah orang atau pemain menyesuaikan besarnya pengrubung (penutup), dengan mengelompokan jenis klamin laki-laki dan perempuan.
Masing-masing kelompok laki-laki dan prerempuan dipisah, jadi laki-laki main sendiri dan perempuan sendiri, untuk menghindari hal-hal negatif.

Jalannya Permainan

Sebelum permainan dimulai, diadakan nyanyian “sing siripit” untuk menentukan siapa yang akan menjadi penunggu lobang.
Nyanyianya yaitu:
sing siripit
tulang bawang
sapa sing kejepit
tunggu lubang

Sebelum mulai permainan penunggu lobang terlebih dahulu mengenali bentuk fisik atau apa saja dari pemain yang dikerubungi (dititupi) agar penunggu dapat menebak orang yang diraba.
Setelah selesai mengenali bentuk fisik lalu sipenunggu mengejamkan matanya sebentar sampai pemain dikerubungi (ditutupi) selesai.
d. Selanjutnya pemain yang tidak menjadi penunggu masuk dalam pengkrubung (penutup).
Setelah semua pemain sudah masuk kedalam krubungan (penutup) sipenuggu membuka matanya dan mendekati krubungan lalu meraba pemain yg ada di dalam krubungan (penutup) dan mencoba menebak namanya.

Apabila sipenunggu berhasil meraba salah satu pemain dan dapat menebak siapa nama orang itu maka penunggu berhasil, dan orang yang dapat ditebak oleh penunggu keluar dari tempat pengkrubung, sipenunggu boleh menebak semua pemain sampai ketebak semua.

Seandainya sipenunggu cuma bisa menebak satu pemain lalu menyerah berarti pemain yang ketebak tadi berganti menjadi penunggu dan apabila yang tertebak lebih dari 1 (satu) orang misal 4 (empat) orang maka empat orang tersebut melanjutkan nyayian “sing siripit”. 

Begitulah seterusnya permainan dilakukan sampai saatnya terdengar bunyi adzan.
TanggapanMasyarakat
Tanggapan masyakat mengenai permainan krubungan ini masyarakat menilainya sangat baik dan bermanfaat buat anak-anak, dikarenakan anak-anak bisa berkumpul bareng, bersosialisasi, bermain dengan gembira, melatih panca indra, melatih daya pikir otak, melatih kejujuran, mempererat silaturahmi, dan menjalankan shalat jama’ah bersama dan mengaji.
Permainan Tradisional Krubungan
4/ 5
Oleh