Rabu, 26 Juli 2017

Permainan Tradisional Magang Lurah (mil-milan)

Latar Belakang Permainan Magang Lurah

Permainan Magang Lurah ini Pada dasarnya merupakan simbol kehidupan bermasyarakat di desa. Terdapat seorang pemimpin dan banyak rakyat yang disimbolkan dengan lidi pelepah daun kelapa. Seorang kepala desa (lurah) biasanya memiliki kekuasaan yang besar, sedangkan rakyat (masyarakat) digambarkan sama. Lurah bisa memerintah / menolong rakyatnya yang mengalami kesulitan dengan mudah. Akan tetapi, sesama rakyat biasanya sukar atau memiliki keterbatasan kemampuan dalam membantu sesamanya. Lurah juga memiliki fasilitas yang memadai untuk membantu warganya yang sedang mengalami kesulitan.

Permainan ini mengutamakan kecermatan, ketelitian, serta keterampilan pemainnya. Sekali saja melakukan keceroohan maka akan menghancurkan permainan. Sehingga pemain harus bisa berhati-hati dalam memainkan permainan ini. Selain itu juga, faktor konsentrasi sangat dibutuhkan dalam permainan ini. Seseorang yang mampu berkonsentrasi dan menjaga ketelitian akan dapat secara baik menyelesaikan dan memenangkan permainan. Faktor taktik dan strategi juga tidak lepas dari permainan ini. Sebelum melakukan permainan, seorang pemain dapat menyusun strategi cara bermainnya, dan saat melakukan permainan dapat menerapkan taktik yang telah disiapkan.

Asal Permainan Magang Lurah

Permainan magang lurah ini belum teridentifikasi secara pasti asal muasal pertamanya. Akan tetapi permainan ini sudah dimainkan secara turun-temurun di Desa Harjobinangun, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo. Orang-orang setempat menyebut permainan ini dari daerahnya sendiri, karena permainan ini mereka mainkan sejak kecil secara turun temurun dari orang tua mereka.

Peserta Permainan Magang Lurah

Gender
Permainan magang lurah ini tidak membedakan laki-laki maupun perempuan. Dikarenakan permainan ini lebih mengutamakan ketenangan pikiran dan tidak mengutamakan fisik. Sehingga baik laki-laki maupun perempuan memiliki kemampuan yang sama dalam memainkan permainan magang lurah ini.

Jumlah Peserta Permainan

Jumlah peserta permainan magang lurah ini bervariasi, mulai 2 orang atau lebih. Akan tetapi agar permainan ini berjalan dengan baik dan tidak menunggu lama, permainan ini efektif dimainkan oleh 2-4 orang. Karena permainan ini dilakukan bergantian sesuai urutan.

Umur Peserta Permainan

Permainan magang lurah ini biasanya dimainkan anak-anak yang berusia antara 6-12 tahun atau usia anak sekolah dasar. Permainan ini digemari anak usia tersebut dikarenakan permainan yang bersifat sederhana akan tetapi mempunyai banyak unsur bermain.


4. Alat dan Fasilitas yang diperlukan

Peralatan yang diperlukan dalam bermain magang lurah antara lain adalah lidi yang terbuat dari pelepah daun kelapa. Kapur tulis / peralatan lain untuk membuat garis pembatas. Tempat bermain magang lurah dapat dilakukan di tanah maupun di lantai tergantung kondisi.

5. Cara Bermain

a. Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah / lantai. Usahakan lidi menyebar dengan teratur, sehingga lidi mudah diambil. Lidi yang melewati garis pembatas / sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas, maka lidi itu juga dinyatakan keluar.
b. Pemain mengambil lidi satu persatu, lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. Apabila lidi yang lain bergerak karena tersentuh lidi itu, maka permainan selesai dan pemain yang lain mengatakan “Mil”, itu tandanya permainan berhenti dan ganti giliran pemain yang lain.
c. Setiap lidi yang berhasil diambil diberi nilai 5, dan lidi lurah (yang paling panjang) diberi nilai 15. Lurah dapat menolong lidi yang lain dengan mencongkel dengan kepala lurah.
d. Permainan dilanjutkan terus menerus hingga ada salah satu pemain yang mendapatkan nilai batas. Biasanya batas nilai antara 200-500 poin. Pemain yang telah melampaui nilai dinamakan “mendhem 1, 2, dst.”.

6. Waktu Dilaksanakn Permainan Magang Lurah

Pada dasarnya, waktu pelaksanaan permainan magang lurah ini dilakukan pada siang hari, karena diperlukan cahaya yang terang. Permainan ini dilakukan pada saat anak-anak merasa lelah bermain yang menguras tenaga. Sehingga permainan ini bersifat santai untuk menghilangkan rasa lelah.

7. Penentuan Menang Kalah

Penentuan pemenang permainan magang lurah adalah dengan menghitung banyaknya mendhem perminan. Sebelum permainan dimulai biasanya pemain menentukan angka untuk menentukan pendheman. Setelah semua sepakat maka permainan dimulai dan dilaksanakan sesuai perjanjian pertama di awal permainan.

8. Tanggapan Masyarakat

Tanggapan masyarakat tentang permainan magang lurah ini termasuk baik, dikarenakan anak-anak bermain dengan tenang dan mengurangi bahaya dibandingkan permainan yang diluar. Selain itu juga dengan permainan ini masyarakat beranggapan bahwa dengan permainan ini akan menemukan salah seorang calon pemimpin dari anak-anak yang memainkan permainan ini.
Permainan Tradisional Magang Lurah (mil-milan)
4/ 5
Oleh