Sabtu, 08 Juli 2017

Permainan Tradisional Papua Patah Kaleng

Latar belakang

masalah Indonesia sebagai negara seribu pulau berarti memiliki beragam suku di dalamnya. Salah satunya adalah Papua. Tidak banyak Masyarakat Indonesia yang mengerti kondisi real masyarakat di sana, apalagi dari sisi budaya. Seperti di daerah lain, Papua juga punya permainan-permainan tradisional. Salah satunya adalah sepak bola patah kaleng selain permainan tradisional lain yang merupakan krestivitas anak dengan lingkungannya yang masih sangat identik dengan alam. Olahraga ini mirip seperti permainan sepak bola namun berbeda pada peraturan dan sangat fleksibel. Dapat dimainkan dimana saja, dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti, tergantung dari pelaksana lomba (bila dilakukan dalam bentuk perlombaan) ataupun oleh kedua belah pihak yang akan bertanding. Sepak bola patah kaleng tidak berarti kaleng dipatahkan. Itu hanya istilah saja yang sudah beredar di Masyarakat Papua sejak puluhan tahun yang lalu. 

Patah disini berarti kaleng yang berfungsi sebagai gawang tersebut dijatuhkan oleh pihak lawan melalui bola yang ditendang. Hanya ada dua buah kaleng, sama seperti gawang. Permainan ini sangat digemari oleh anak-anak laki-laki di Papua hingga tidak heran bila Papua tidak pernah kekurangan bintang muda di bidang sepak bola. Bahkan Papua selalu melahirkan bintang-bintang sepakbola di Indonesia. Tingkat kesulitannya lebih tinggi dibandingkan sepak bola yang menggunakan gawang. Bola yang dipergunakan untuk permainan inipun kecil. Lebih ideal bila menggunakan bola tenis. Tidak banyak orang yang menuliskan olah raga tradisional Papua ini. Hanya ada satu tulisan mengenai sepak bola patah kaleng ini yang ditulis oleh Arnoldus Mampioper di Kabar Indonesia (19/06/2009).  Berbagai permainan tradisional ini tidak akan bertahan lama bila generasi muda tidak lagi mau peduli terhadap pelestarian budaya bangsa karena budaya adalah jati diri sebuah bangsa. Belajar mencintai budaya bangsa adalah pengabdian tulus terhadap eksistensi bangsa.

Tujuan

 Mengisi waktu luang, bermain dan meningkatkan motorik.

Manfaat

 Senang, kualitas kebugaran meningkat, kemampuan motorik meningkat, dan bersosiaolisasi.

Sasaran

Anak laki-laki

Peraturan permainan

Lapangan
Lapangan yang di gunakan bisa di lakukan dimana saja dengan ruang yang sesempit mungkin dan seluas mungkin dengan komposisi yang tidak pasti.

Peralatan
Bola kecil kaleng

Pemain
Anak laki-laki




jalannya permainan


Sebelum di mulainya perminan di lukan tos dulu setelah itu bagi yang menang maka melaukan operan atau penguasaan bola, dalam permainan ini tidak ada istilah out atau lemparan ke dalam karena dalam permainan tradisional ini tidak ada garis pembatas lapangan.

Pemenang

Regu mana yang paling banyak menjatuh kaleng paling banyak maka regu itu di anggap sebagai pemenangnya.
Permainan Tradisional Papua Patah Kaleng
4/ 5
Oleh